SELAYANG PANDANG KECAMATAN STABAT

SEJARAH PEMBENTUKAN KECAMATAN STABAT

Keberadaan Kecamatan Stabat tidak terlepas dari Pemerintah Daerah Kabupaten Langkat, hal ini karena Kecamatan Stabat telah beberapa kali ditetapkan sebagai tempat kedudukan Ibukota Kabupaten walaupun menurut sejarahnya telah melalui berbagai tingkatan Pemerintahan, baik di masa Pemerintahan Belanda, Pemerintahan Jepang dan pada masa Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda, Kabupaten Langkat masih berstatus sebagai Asisten Keresidenan dan Kesultanan (Raja). Dengan Asisten Residen dijabat oleh seorang Asisten Residen (Ass. Res) yaitu Mr. Morroy yang berkedudukan di Stabat, pada masa itu tercatat ada 3 Sultan yang memegang kekuasaan, yaitu :

  1. Sultan Pertama adalah Sultan Mahmud Al Haj yang  berkedudukan di Stabat.
  2. Sultan Kedua adalah Sultan Abdul Azis berkedudukan di Tanjung Pura.
  3. Sutan Ketiga adalah Sultan Mahmud berkedudukan di Stabat.